Mangapuli — Tradisi yang Lekat pada Adat Batak
Mangapuli adalah sebuah kebiasaan adat untuk menghibur keluarga dari seseorang yang baru saja meninggal dunia. Tradisi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberi kenyamanan dan penghiburan untuk keluarga yang baru saja ditinggalkan. Kalau diibaratkan, tradisi ini cukup mirip dengan tradisi tahlilan untuk penganut agama Islam.
Esensi dari mangapuli adalah untuk tetap menawarkan rasa empati kepada keluarga yang ditinggalkan. Mangapuli menyimbolkan tali silahturahmi yang tidak terputus antara orang-orang yang datang kepada keluarga yang ditinggalkan — dengan arti, bahwa meskipun orangnya sudah tiada, tetapi hubungan antarkeluarga tidak boleh putus.
Mangapuli memiliki beberapa rangkaian acara seperti acara makan bersama dan juga mandok hata yang memiliki arti berbicara. Tamu akan datang ke rumah keluarga almarhum dengan membawa berbagai makanan seperti ikan bumbu arsik, gulai ayam, dan juga kadang babi panggang. Mereka akan makan bersama sambil berbincang. Setelah makan, biasanya para tamu dan keluarga almarhum akan berdoa dan melaksanakan mandok hata.
Mandok hata berarti berbicara dan mengungkapkan kata-kata penghiburan kepada keluarga almarhum, biasanya mengungkapkan kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh almarhum selama hidup, menawarkan kata-kata penyemangat dan juga menabahkan keluarga almarhum dalam menghadapi masa depannya.
Tradisi ini dilakukan dengan harapan untuk mempererat hubungan kekeluargaan di komunitas batak tersebut dan tradisi ini dilakukan dengan nilai-nilai kekeluargaan dan solidaritas, hal ini dapat terlihat dari tamu yang saling bahu membahu menyiapkan makanan untuk dibawa ke keluarga almarhum.
Jika kita menganalisa aspek 3T, yang pertama ada Tatanan:
Tatanan — Tradisi ini kental dan sudah tertanam secara turun menurun di keluarga batak. Bahkan masih dipraktikkan bahkan di zaman modern seperti sekarang.
Tuntutan — Kebudayaan ini dilakukan untuk menekankan nilai-nilai kekeluargaan dan juga solidaritas, yang berarti anggota suku batak tidak akan menghadapi kedukaan secara sendiri, tetapi mereka mempunyai support system yang bersedia untuk menghibur.
Tontonan — Tradisi ini dapat mempertemukan anggota keluarga yang sudah lama tidak bertemu satu sama lain, untuk saling berkabar dan berinteraksi.
Priscilla Anastasya Adhi Surya // Kelompok 87//Teknik Sipil 2020
16620277
#Mengbudaya #KATITB2020